The Secret of Money
Jenis Film : HORROR
Pemain: RIFKY BAWEEL, DERIELL JAQUELINE, NESSA SADIN, SAVIRA CRITH, CATHERINE, DEFRY PADHAYANGAN, DENNY HENDRAWAN
Sutradara: KUMAR PAREEK
Penulis: HILMAN HARIWIJAYA/B. ERASULLY
Produser : HILMAN HARIWIJAYA, NESSA SADIN
Produksi : LUPUS ENTERTAINMENT
Pelatih Peran : Eka D. Sitorus
Film The Wall bercerita tentang pembuatan film di sebuah villa tua yang menakutkan. Sabrina (Nessa Sadin), seorang penulis skenario bergaya gothic mencoba menulis di villa angker tersebut agar mendapatkan feel yang bagus buat ceritanya
Tak disangka, banyak kejadian aneh di villa itu. Orang-orang yang telibat dalam syuting satu persatu tewas secara misterius. Pemeran utama film: Fathan (Rifky Balweel) dan Mischa (Deriell Jaqueline) merasa jiwanya terancam. Dalam ketegangan itu, muncul mantan pacar Fathan bernama Olla (Safira). Mischa cemburu dengan kehadiran Olla. Konflik cinta segitiga pun terjadi
Pembuatan film jadi berantakan. Seluruh kru film lebih memilih menyelamatkan diri dari beragam teror. Mengapa villa tersebut mengancam semua orang? Siapakah di balik terror itu?
sumber: www.21cineplex.com
——
Seperti, kata Eka D. Sitorus,”Hilman adalah salah seorang trend setter, terbukti dengan Lupusnya”. Itulah alasan, Pelatih Peran yang selalu mengusung akting yang Jujur, Tulus dan Sederhana ini memutuskan mendukung film ini.
Agaknya pilihan ini tidak salah, walau mengusung tema hantu, namun penuh “simbol” yang kalau ditonton dengan hati jernih penuh dengan pesan moral yang sangat mendidik.
SIMBOL-SIMBOL
Villa Kubang: Mengisyaratkan sebuah dunia yang bodoh, tidak mau belajar, puas dengan pencapaian yang ada.
Anak-anak Muda: Bepikiran maju harus berani mengalahkan ketakutan dan ilusi akan hantu
Kecapi: Penggambaran jiwa muda yang bergejolak
Jidat terpanah: Isyarat bahwa kaum tua sering mematikan pemikiran-pemikiran baru, yang ingin mendobrak nilai-nilai tradisi yang kaku. Akhirnya ketika motor perubahan itu dimatikan ia akan mematikan yang lain di tempat yang sama (semua korban mati dengan jidat berdarah) – simbol pembelengguan akal pikiran.
Tembok: setebal apapun tembok dibuat tak kan mampu menahan perubahan yang dinamik dan penuh cinta kasih.
Kalung Cinta: Cinta suci sepertinya tak pernah padam
dan masih banyak lagi……. (nonton deh)
Kritik: Sayangnya, pemecahan misteri tidak ilmiah dan melalui sebuah kalung dan suhu spiritual, padahal konon sebelum film ini dibuat produser merasa perlu survey ke luar negeri hingga ke Amrik sana….
Bang Eka, memang gak Salah pilih! Walau tentu masih terasa ada kurang justeru oleh pelajar-pelajar Sakti Aktor Studio sendiri, dapat dimaklumi.
Lepas Maghrib, jelang waktu Isa..
Baru sampai di rumah sepulang dari shooting di Bintaro.
Selesai shooting, mampir unttk makan martabak Kubang di Jalan Saharjo Manggarai. Sendirian. Naik taksi yang supirnya terdengar sangat marah kepada pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden SBY. Si Supir merasa tertipu lagi dengan janji-janji gombal kampanye.
Penderitaan dan kepedihan yang dalam sangat jelas terungkap dari obrolan dengan supir taksi itu. (Mungkin, kepedihan dan penderitaan yang sama dengan yang kita semua rasakan?).
“Pemerintahan ini adalah setan”…begitu katanya. ”Lebih baik meledakkan bom dari pada hidup tanpa harapan”… lanjutnya.
Supir taksi terus menceracau,
“Mereka yang mengaku pemimpin itu,hidup hanya untuk menumpuk harta kepemilikan pribadi…. Para perut buncit, diantara si lapar dan si miskin”
Kasihan aku melihat kemarahan supir taksi itu.Tidak ada penyaluran.Jangan-jangan semua penumpangnya menjadi saluran marah dan kepedihannya.
Memang sudah kelewatan rezim ini menguras harta kekayaan Indonesia, (emang punya nenek moyangnya kaleee?).
Mungkin keluhan sisupir taksi adalah keluhan kita semua.
Kepada siapa lagi kita bisa berharap?
Kepedihan tanpa obat
Penderitaan tanpa batas.
Yah sudahlah..
