pensas
Membangun Indonesia dengan Pentas

Jun
28

Pergilah kalian, pergi

Negeri ini milik kami

 

Pergilah kalian, pergi

Kami ingin menjadi tuan rumah disini

Kami akan rebut hak kami

Biar kami kuasai harta kami

 

Ayo teman, ayo  saudara

Buka mata,buka telinga

Rampas apa yang kita punya

Rebut semua milik kita

 

Terlalu lama kita ditindas

Terlalu lama kita diperas

Kemakmuran hanya cerita bohong

Dikangkangi mereka yang serakah

 

Pergilah kalian…PERGI!!!

Dan jangan kembali.

Jun
26

ekskul.jpgEkskul, film peraih Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia 2006, yang disutradarai Nayato Fio Nuala kembali naik kepermukaan. Kali ini, lantaran Badan Pertimbangan Film Nasional (BP2N) menganulir film tersebut sebagai Film Terbaik FFI 2006. Hal yang sama juga berlaku terhadap Nayato Fio Nuala, yang pada ajang tersebut didaulat sebagai peraih penghargaan untuk Sutradara Terbaik. Mereka dinyatakan tak layak menyandang predikat tersebut.
Adanya keputusan tersebut dibenarkan salah satu anggota Dewan Juri Noorca M Massardi, Selasa (26/6). ia mengaku baru mengetahui surat itu, Senin (25/6) kemarin. “Surat tertanggal 19 Juni dan diteken Ketua BP2N, Deddy Mizwar tanggal 15 Juni itu,” katanya kepada KCMDalam surat keputusan tersebut disebutkan BP2N membatalkan hak kepada film sebagai pemenang Piala Citra Utama kategori Film Terbaik FFI 2006 dan membatakan hak Nayato sebagai Sutradara Terbaik. Ketua BP2N, Deddy Mizwar enggan memberikan komentar seputar keluarnya surat tersebut. “Entar saja tanggal 28 (Juni), ya. Nanti saja lah,” jawabnya pendek.
Namun keputusan tersebut memicu reaksi dari anggota dewan juri Noorca M Massardi, yang menilai bahwa keputusan BP2N itu hanya sepihak. Sebaiknya, kata Noorca, keputusan tersebut dikonsultasikan dan dikomunikasikan dahulu dengan seluruh anggota dewan juri.Meski demikian, lanjut Noorca, dewan juri FFI 2006 yang terdiri atas Rima Melati, WS Rendra, Eddy D Iskandar, Remy Silado, Chaerul Umam, dan Embi C Noer tetap pada keputusannya. “Keputusan itu tidak mengubah keputusan apapun. Apa yang sudah diputuskan dewan juri itu tidak berubah dan tidak akan berubah,” katanya. Artinya, dewan juri masih tetap pada pendiriannya, masih menyandang predikat Film Terbaik dan Nayato sebagai Sutradara Terbaik FFI 2006. “Sesuai dengan pedoman nasional penjurian, tugas juri sebenarnya sudah selesai ketika film pemenang FFI diumumkan. Keputusan itu tak bisa diganggu gugat,” tegasnya. Menurut Noorca, keputusan BP2N lebih didasarkan pada praduga. Belum ada kekuatan hukum yang menyatakan bahwa Ekskul melakukan tindakan plagiat. melanggar persyaratan yang mana? Menurut saya keputusan BP2N tidak punya dasar hukum dan hanya berdasar pada praduga yang belum terbukti secara hukum,” katanya. Seperti diketahui, desakan agar dianulir dari predikat FFI 2006 mulai mengemuka setelah adanya tudingan film yang didukung oleh bintang-bintang remaja, yakni Ramon Y Tungka, Indra Brasco, Neta Yunatria, dan Sheila Marcia itu, melakukan plagiat. Protes keras datang dari kalangan sineas muda yang menamakan dirinya Masyarakat Film Indonesia yang melakukan protes dengan mengembalikan sedikitnya 22 peraih Citra dari tahun 2004-2006. Mereka menuding film ini melakukan tindakan plagiat. (Eh)
sumber: KCM

Jun
21

Ketika keinginan menikmati tulisan Pak Teguh yang telah mematikan “wadehel” makin bergejolak, akhirnya ketemu juga reinkarnasinya menjadi “guhpraset” lega deh! ;) )

Namun ini baru analisa saya aja yang berkenaan dengan gaya tulisannya seperti dibawah ini:

==”Ambil K618i berisi kartu XL Corporate yang sudah di set dan bisa dipake browsing. Nyalakan fitur USB Internet, lalu hubungkan ke komputer via kabel data yang dapet gratis pas belinya. Dan… OMG, oh yess, Arrgh! Langsung online gilaw!== [yang dimerahin]

Mungkin lain kali saya harus pakai tulisan/banner besar yang dikalungkan di dada, juga dipunggung, tulisannya: “SAYA URUS SENDIRI, TIDAK PAKAI CALO” lengkap dengan 69 buah tanda seru.

Melihat-lihat Masjid

Setelah semua itu saya tidak langsung pulang. Saya ke masjid dulu. Setelah semua itu, air wudhu ditambah empat kali sujud pasti akan sangat melegakan dan menyegarkan jiwa raga.

Tapi aAaarrrgh!!! Dikunci! Pintu menuju tempat wudhu sudah dikunci!!!

Oke oke, cukup tahu aja deh. Saya juga ga butuh mesjid begituan.

Percuma banget mesjid mewah mengkilap tapi mentalnya orang disekitarnya korup. Jangan-jangan ajaran Islam yang berlaku di kantor itu juga tidak melarang korupsi. Mungkin penguasa agama yang berkuasa disitu juga bermental maling. *berlebihan*
Saya ambil foto mesjid dan segera pulang. (Tapi sampai di rumah entah kenapa foto itu hilang, mungkin Tuhan malu).

dan beberapa komentar dibawah ini menguatkan dugaan saya! antara lain:

Evy Says:
Juni 15th, 2007 at 3:34 pm

ya kalau ego kegedean eamng nurani jd tersisih ke pojokan… tapi apa hubungannya ego gede ama feisty guh? apa si feisty ini nemenin nurani… halah… maaf ya guh klo OOT ya di delete, aja, seneng bisa menikmati tulisanmu lagi ;)

deking Says:
Juni 19th, 2007 at 5:19 pm

Hmmm ini siapa ya? Kayaknya kenal…
BTW masalah pungli dan semacamnya jujur saja kadang membantu…
Atau perasaan terbantu itu karena kita sdh terbiasa dengan kesulitan2 yg mereka buat yang hanya bs ditebus dg uang?
Mgkn seandainya sejak dulu birokrasi kita bersih maka tdk akan ada perasaan terbantu dgn adanya pungli.

Kata saya: “gak enak dibaca tapi perlu” So…….., omaigat??? [ketularan deh......]

Welcomeback mas GUH. I enjoy your opinions and poets. Dan…

Selanjutnya terserah anda……..!